BMG Institute

Training Needs Analysis (TNA) & Evaluation

Senior Trainer BMG Institute

Senior Trainer BMG Institute

Developing Training Need Analysis (TNA)

Deskripsi

HR Management bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten. Pelatihan dan pengembangan digunakan sebagai alat untuk mencapai keselarasan antara kebutuhan bisnis dengan keterampilan yang dimiliki karyawan. Terkadang, perusahaan menyelenggarakan pelatihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, yang berdampak negatif pada keberhasilan perusahaan. Oleh karena itu, pelatihan yang efektif harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam akan kebutuhan perusahaan.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta, terutama bagian HR Department dan line manager yang bertugas sebagai trainer/instruktur, untuk merancang kebutuhan pelatihan dengan efektif. Selain itu, peserta juga akan belajar cara mengevaluasi dan mengukur keberhasilan program pelatihan.

Peserta diharapkan mampu melakukan evaluasi dengan tepat dan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang sesuai sehingga investasi perusahaan dalam pelatihan dapat memberikan dampak yang signifikan.

  1. Mampu Menganalisis TNA: Peserta akan memiliki keterampilan untuk menganalisis kebutuhan pelatihan dengan tepat, memastikan bahwa pelatihan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan nyata perusahaan atau organisasi.
  2. Mampu Membuat Kurikulum yang Tepat: Peserta akan dapat merancang kurikulum pelatihan yang sesuai dengan hasil analisis TNA, sehingga pelatihan dapat memberikan manfaat yang optimal dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan.
  3. Mampu Menyelenggarakan Pelatihan dengan Efektif: Peserta akan memiliki keterampilan dalam menyelenggarakan pelatihan secara efektif, termasuk dalam hal pengaturan materi, metode pengajaran, dan interaksi dengan peserta pelatihan untuk mencapai tujuan pelatihan dengan baik.
  4. Mampu Mengevaluasi Keefektifan Pelatihan: Peserta akan dapat melakukan evaluasi terhadap pelatihan yang telah diselenggarakan untuk mengukur sejauh mana pelatihan tersebut berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, perusahaan atau organisasi dapat memperbaiki dan meningkatkan program pelatihan di masa mendatang.

Dengan manfaat-manfaat ini, peserta pelatihan TNA akan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia dan pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi secara keseluruhan.

  1. Manajer SDM: Mereka yang memiliki tanggung jawab langsung terhadap pengembangan dan manajemen sumber daya manusia dalam organisasi.
  2. Kepala Bagian Pengembangan SDM: Individu yang mengelola dan merancang program-program pengembangan karyawan dan pelatihan di perusahaan.
  3. HR Development Specialist: Profesional yang memiliki keahlian khusus dalam pengembangan SDM dan merancang program-program pelatihan yang efektif.
  4. Instruktur/Pelatih Internal: Individu yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pelatihan internal di perusahaan, sehingga memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan pelatihan.
  5. Manajer Pelatihan: Mereka yang memiliki tanggung jawab dalam merancang, mengkoordinasikan, dan mengevaluasi program pelatihan di perusahaan.
  6. Pengelola Diklat: Individu yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan penyelenggaraan program-program pelatihan di organisasi atau lembaga.
  7. Manajer Operasional: Mereka yang memiliki peran dalam menentukan kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kinerja operasional dan produktivitas tim kerja.

Sesi 1: Menganalisa Kebutuhan Training (TNA)

  • Pengantar tentang TNA
  • Konsep 3 langkah TNA: Assess, Analyze, Act
  • Teknik analisis training dari symptom
  • Studi kasus dan diskusi kelompok

Sesi 2: Competency Profiling dan Individual Development Plan (IDP)

  • Pengertian dan pentingnya Competency Profiling
  • Langkah-langkah dalam menyusun Competency Profiling
  • Menyusun Individual Development Plan (IDP) berdasarkan hasil TNA dan Competency Profiling
  • Latihan praktis dalam menyusun IDP

Sesi 3: Metode Belajar dan Pelatihan yang Efektif

  • Pemahaman tentang beberapa metode belajar (visual, auditorial, kinestetik, dll.)
  • Menyelenggarakan pelatihan dengan memanfaatkan metode belajar yang sesuai
  • Strategi dan teknik untuk menyelenggarakan pelatihan secara efektif
  • Pengenalan 4 langkah pengukuran efektivitas training menurut model Kirkpatrick

Sesi 4: Pengukuran Return of Training Investment (ROTI)

  • Konsep dan pentingnya ROTI dalam evaluasi training
  • Pengumpulan data menggunakan indikator kinerja dan indikator keras
  • Penggunaan kelompok kontrol (control group) dalam pengukuran ROTI
  • Menggunakan tren (trend line) untuk analisis data
  • Konversi data menjadi nilai moneter untuk mengukur ROI

Setiap sesi akan mencakup kombinasi antara presentasi, diskusi, studi kasus, latihan praktis, dan contoh implementasi untuk memastikan pemahaman yang mendalam dan penerapan konsep-konsep yang diajarkan.

Bagikan outline ini

Informasi Pelaksanaan

Jadwal Selanjutnya
  • 6-7 Juni 2024
  • 8-9 Juli 2024
  • 29-30 Agustus 2024
  • 6-7 November 2024

*Harga belum termasuk PPN

Informasi Pelaksanaan

*Harga belum termasuk PPN

In-Class Training

  • 6-7 Juni 2024
  • 8-9 Juli 2024
  • 29-30 Agustus 2024
  • 6-7 November 2024

*Harga belum termasuk PPN

Bagikan outline ini

Pelatihan lainnya

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Scroll to Top