BMG Institute

Accelerate Competency Talent Acquisition Training

Senior Trainer BMG Institute

Senior Trainer BMG Institute

Accelerate Competency Talent Acquisition Training

Deskripsi

Wawancara berbasis kompetensi memang memiliki keunggulan dalam mengidentifikasi calon karyawan yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan budaya perusahaan. Beberapa alasan mengapa keterampilan wawancara berbasis kompetensi penting bagi para pimpinan dan manajer di luar HRD adalah sebagai berikut:

  1. Mengenal Calon Karyawan Secara Langsung: Pimpinan atau manajer yang akan memimpin tim atau departemen perlu mengenal calon karyawan secara langsung. Hal ini membantu mereka menilai apakah karyawan tersebut cocok dengan budaya kerja, nilai-nilai perusahaan, dan gaya kepemimpinan yang diterapkan.
  2. Menilai Berdasarkan Perilaku Nyata: Wawancara berbasis kompetensi memungkinkan para pimpinan dan manajer untuk menilai karyawan berdasarkan perilaku nyata yang telah mereka tunjukkan di masa lalu. Hal ini lebih objektif daripada hanya berfokus pada keterampilan teknis atau pencapaian akademis.
  3. Efektivitas dalam Pengambilan Keputusan: Dengan menggunakan metode wawancara berbasis kompetensi, para pimpinan dan manajer dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam merekrut atau menilai karyawan. Mereka memiliki data konkret mengenai bagaimana karyawan tersebut akan bertindak di lingkungan kerja.
  4. Meningkatkan Kualitas Karyawan: Dengan memastikan bahwa wawancara dilakukan dengan metode yang tepat, pimpinan dan manajer dapat memastikan bahwa karyawan yang direkrut memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas tim dan produktivitas perusahaan.
  5. Membangun Hubungan yang Baik: Melalui wawancara berbasis kompetensi, para pimpinan dan manajer dapat membina hubungan yang baik dengan calon karyawan atau karyawan yang sudah ada. Mereka dapat lebih memahami motivasi, nilai-nilai, dan kebutuhan individu untuk memastikan kepemimpinan yang efektif.

Jadi, penting bagi para pimpinan dan manajer untuk memiliki keterampilan wawancara berbasis kompetensi guna memastikan bahwa mereka merekrut atau menilai karyawan dengan tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan posisi yang tersedia. Metode STAR yang disebutkan juga merupakan alat yang efektif untuk mengarahkan wawancara ke arah yang tepat dan memperoleh informasi yang relevan dari calon karyawan.

  1. Mengenali Kompetensi dan Unsur-unsurnya: Para pewawancara akan memahami kompetensi yang diperlukan untuk berbagai posisi dalam organisasi serta unsur-unsur apa saja yang harus dinilai untuk mengukur kompetensi tersebut.
  2. Efektivitas Wawancara Berbasis Kompetensi: Pelatihan akan membantu interviewer dalam mengaplikasikan teknik wawancara berbasis kompetensi dengan efektif. Mereka akan belajar cara merancang pertanyaan yang relevan dengan kompetensi yang diinginkan dan menggali informasi yang dibutuhkan dari calon karyawan.
  3. Tingkat Akurasi Tinggi dalam Penilaian: Dengan menggunakan pendekatan berbasis kompetensi, interviewer dapat memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam menilai apakah seseorang tepat atau tidak untuk ditempatkan pada pekerjaan yang berbeda sesuai dengan potensinya.
  4. Mencegah Penilaian Sesaat: Wawancara berbasis kompetensi mencegah interviewer melakukan penilaian sesaat terhadap calon tenaga kerja hanya berdasarkan penampilan dan karakteristik luarnya saja. Ini memastikan penilaian lebih objektif dan berbasis data.
  5. Struktur Penilaian yang Terstruktur: Pelatihan membantu dalam membuat struktur penilaian yang lengkap, meliputi lembaran aplikasi, teknik wawancara, proses penilaian, dan penilaian akhir. Hal ini memberikan landasan yang kuat untuk membuat keputusan rekrutmen yang tepat.
  6. Spesifikasi Keterampilan dan Karakteristik: Wawancara berbasis kompetensi memungkinkan untuk menspesifikasi keterampilan dan karakteristik tertentu yang diperlukan untuk posisi tertentu, serta merencanakan pengembangan yang diperlukan untuk mencapai target sasaran.
  7. Gambaran Ringkas Mengenai Pengendalian Bisnis: Kompetensi dapat menyediakan gambaran ringkas mengenai arah pengendalian bisnis, termasuk perilaku dan tindakan-tindakan yang diperlukan dalam konteks pekerjaan.
  8. Penyusunan Program Pengembangan yang Akurat: Dengan memiliki gambaran yang jelas tentang kompetensi yang diperlukan dan area pengembangan yang perlu ditingkatkan, pelatihan berbasis kompetensi membantu dalam penyusunan program pengembangan yang lebih akurat dan efektif bagi karyawan.
  1. Prinsip Dasar dalam Proses Rekruitmen dan Seleksi: a. Pengenalan konsep dasar rekruitmen dan seleksi. b. Pentingnya memahami kebutuhan organisasi dan posisi yang akan diisi. c. Langkah-langkah umum dalam proses rekruitmen dan seleksi.
  2. Konsep Kompetensi dan “Codable Information”: a. Pengertian dan pentingnya kompetensi dalam pemilihan karyawan. b. Identifikasi “codable information” yang berkaitan dengan kompetensi. c. Hubungan antara kompetensi dengan keberhasilan dalam pekerjaan.
  3. Latihan Identifikasi Kompetensi: a. Mengenal berbagai jenis kompetensi yang diperlukan dalam berbagai posisi. b. Latihan mengidentifikasi kompetensi yang relevan untuk posisi tertentu.
  4. Desain Proses Rekruitmen dan Wawancara Berbasis Kompetensi: a. Merancang proses rekruitmen yang mencakup wawancara berbasis kompetensi. b. Menentukan langkah-langkah untuk memastikan wawancara fokus pada kompetensi yang diinginkan.
  5. Proses Penyaringan Awal: a. Merancang struktur formulir aplikasi untuk menyaring calon karyawan. b. Kriteria-kriteria yang digunakan dalam penyaringan awal.
  6. Wawancara Berbasis Kompetensi: a. Pengenalan metode wawancara berbasis kompetensi. b. Teknik dan strategi untuk mengarahkan wawancara ke kompetensi yang diinginkan. c. Latihan praktik wawancara berbasis kompetensi.
  7. Penilaian Hasil Wawancara: a. Evaluasi hasil wawancara berdasarkan kompetensi yang diobservasi. b. Penggunaan skala penilaian untuk menilai kinerja calon karyawan.
  8. Evaluasi dan Pengambilan Keputusan: a. Menggunakan data dan informasi dari wawancara untuk evaluasi lebih lanjut. b. Proses pengambilan keputusan dalam memilih karyawan yang sesuai.
  9. Metode STAR dalam Wawancara Berbasis Kompetensi: a. Pengenalan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) dalam wawancara. b. Contoh penerapan metode STAR dalam wawancara berbasis kompetensi.
  10. Latihan Awal Wawancara Berbasis Kompetensi: a. Latihan awal untuk memahami konsep dan teknik wawancara berbasis kompetensi.
  11. Latihan Wawancara Berbasis Kompetensi: Kejadian Spesifik: a. Latihan menggunakan kejadian spesifik untuk menggali kompetensi calon karyawan.
  12. Latihan Wawancara Berbasis Kompetensi: Pertanyaan Terfokus: a. Latihan menggunakan pertanyaan terfokus untuk mendapatkan informasi yang relevan.
  13. Latihan Melakukan Penilaian dan Evaluasi Hasil Wawancara: a. Latihan menilai dan mengevaluasi hasil wawancara berdasarkan kompetensi yang diobservasi.
Bagikan outline ini

Informasi Pelaksanaan

Jadwal Selanjutnya
  • 15-16 Mei 2024
  • 6-7 Juni 2024
  • 18-19 Juli 2024
  • 19-20 September 2024
  • 7-8 Oktober 2024
  • 25-26 November

*Harga belum termasuk PPN

Informasi Pelaksanaan

*Harga belum termasuk PPN

In-Class Training

  • 15-16 Mei 2024
  • 6-7 Juni 2024
  • 18-19 Juli 2024
  • 19-20 September 2024
  • 7-8 Oktober 2024
  • 25-26 November

*Harga belum termasuk PPN

Bagikan outline ini

Pelatihan lainnya

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Scroll to Top