BMG Institute

Mengelola Serikat Pekerja

Senior Trainer BMG Institute

Senior Trainer BMG Institute

Mengelola Serikat Pekerja

Deskripsi

Deskripsi tersebut membahas pentingnya memahami peran Serikat Pekerja dalam konteks hubungan kerja di sebuah perusahaan. Meskipun seringkali dianggap sebagai sesuatu yang merugikan, Serikat Pekerja sebenarnya dapat menjadi bagian yang penting dalam meningkatkan produktivitas, kesejahteraan karyawan, dan kemajuan perusahaan jika dikelola dengan baik. Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan cara mengelola Serikat Pekerja sehingga menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dan harmonis antara pekerja, perusahaan, dan sesama pekerja. Tujuannya juga untuk menghilangkan stigma negatif seputar hubungan industrial dan memperkuat kontribusi Serikat Pekerja terhadap keberhasilan perusahaan dan keberlangsungan karyawan.

Pertanyaan tersebut menggambarkan kompleksitas dalam pertimbangan mengenai keberadaan Serikat Pekerja dalam suatu perusahaan. Perlu dipahami bahwa kebutuhan akan Serikat Pekerja dapat bervariasi tergantung pada situasi dan konteks spesifik dari setiap perusahaan. Sebelum membentuk atau mengelola Serikat Pekerja, penting untuk mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:

  1. Kondisi Hubungan Industrial: Perlu dievaluasi apakah hubungan antara pekerja dan perusahaan sudah berjalan kondusif dan saling menguntungkan tanpa keberadaan Serikat Pekerja. Jika hubungan sudah harmonis dan memberikan kesejahteraan bagi semua pihak, mungkin tidak diperlukan untuk membentuk Serikat Pekerja.
  2. Perlindungan Hak Pekerja: Serikat Pekerja memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk upah yang layak, kondisi kerja yang aman, dan jaminan sosial. Dalam beberapa kasus, keberadaan Serikat Pekerja diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja.
  3. Penyeimbangan Kepentingan: Pengelolaan Serikat Pekerja harus mengutamakan penyeimbangan antara kepentingan perusahaan dan kepentingan pekerja. Serikat Pekerja yang efektif adalah yang mampu menjadi mitra perusahaan dalam mencapai kemajuan bersama, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan semua pihak.
  4. Membangun Hubungan Kerja yang Harmonis: Penting untuk mengelola Serikat Pekerja dengan membangun hubungan yang harmonis antara pekerja dengan perusahaan dan antara sesama pekerja. Hal ini dapat dilakukan melalui dialog terbuka, negosiasi yang adil, dan komunikasi yang efektif.

Dalam rangka menghilangkan stigma negatif terhadap Serikat Pekerja, penting untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan antara semua pihak yang terlibat. Jika timbal balik hubungan industrial sudah berjalan kondusif dan memberikan kesejahteraan bagi semua pihak tanpa keberadaan Serikat Pekerja, maka dapat dipertimbangkan untuk tidak membentuknya. Namun, dalam banyak kasus, Serikat Pekerja tetap diperlukan sebagai wadah untuk memperjuangkan hak-hak pekerja dan menjaga keseimbangan kepentingan antara pekerja dan perusahaan.

  1. Meningkatkan Pengetahuan tentang Serikat Pekerja: Peserta akan memperoleh pemahaman yang mendalam tentang konsep, fungsi, dan peran Serikat Pekerja dalam hubungan industrial. Mereka akan belajar mengenai hak-hak dan kewajiban Serikat Pekerja serta dampak keberadaannya bagi perusahaan dan pekerja.
  2. Peningkatan Pemahaman tentang Hubungan Industrial: Peserta akan memahami dinamika hubungan industrial antara perusahaan, Serikat Pekerja, dan pekerja. Mereka akan belajar mengenai faktor-faktor yang memengaruhi hubungan tersebut serta cara mengelola konflik dan menciptakan kerjasama yang harmonis.
  3. Pengembangan Keterampilan Komunikasi: Pelatihan akan membantu peserta untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dalam berinteraksi dengan Serikat Pekerja atau pekerja. Mereka akan belajar teknik-teknik komunikasi yang dapat meningkatkan pemahaman dan kerjasama antara kedua belah pihak.
  4. Peningkatan Keterampilan Bernegosiasi: Peserta akan dilatih untuk memiliki keterampilan bernegosiasi yang baik dengan Serikat Pekerja atau pekerja. Mereka akan mempelajari strategi negosiasi yang dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi perusahaan dan Serikat Pekerja.
  5. Menciptakan Hubungan yang Harmonis: Tujuan utama pelatihan adalah menciptakan hubungan yang nyata dan harmonis antara perusahaan, Serikat Pekerja, dan pekerja. Peserta akan diajak untuk memahami pentingnya kerjasama, saling pengertian, dan penyelesaian konflik secara konstruktif untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Peserta yang direkomendasikan untuk pelatihan manajemen hubungan industrial dengan Serikat Pekerja meliputi:

  1. Direktur/Manajer:
    • Mereka yang memiliki tanggung jawab strategis dan pengambilan keputusan dalam organisasi terkait kebijakan hubungan industrial dan keuangan perusahaan.
  2. Supervisor:
    • Mereka yang bertanggung jawab langsung dalam pengelolaan tim kerja, implementasi kebijakan perusahaan, dan berinteraksi secara langsung dengan karyawan dan Serikat Pekerja.
  3. HRD/Personalia:
    • Profesional HRD atau personalia yang terlibat dalam pengembangan kebijakan dan praktik ketenagakerjaan, termasuk manajemen hubungan industrial dan negosiasi dengan Serikat Pekerja.
  4. Pengurus/Anggota Serikat Pekerja:
    • Perwakilan dari Serikat Pekerja atau anggota Serikat Pekerja yang terlibat dalam pembahasan kebijakan, negosiasi, dan manajemen hubungan dengan perusahaan.

Metode pelatihan yang akan digunakan dalam manajemen hubungan industrial dengan Serikat Pekerja mencakup berbagai pendekatan yang interaktif dan praktis. Berikut adalah metode yang akan diterapkan:

  1. Presentasi:
    • Materi akan disampaikan melalui presentasi untuk memberikan pemahaman dasar tentang topik-topik yang dibahas dalam pelatihan.
  2. Diskusi:
    • Sesi diskusi akan digunakan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, pengalaman, dan pandangan antara peserta dan fasilitator. Diskusi juga dapat mencakup studi kasus atau perbandingan praktik terbaik.
  3. Latihan Soal/Kasus:
    • Peserta akan diberikan latihan soal atau studi kasus untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari dalam situasi-situasi nyata yang terjadi dalam konteks hubungan industrial.
  4. DISC Profiling:
    • Penggunaan alat DISC Profiling akan membantu peserta untuk memahami gaya komunikasi dan perilaku mereka sendiri, serta memahami gaya komunikasi dan perilaku anggota Serikat Pekerja. Hal ini akan meningkatkan kemampuan peserta dalam berkomunikasi dan bernegosiasi secara efektif.
  5. Simulasi:
    • Melalui simulasi, peserta akan diberikan pengalaman langsung dalam menghadapi situasi-situasi yang mungkin terjadi dalam hubungan industrial dengan Serikat Pekerja. Simulasi akan membantu peserta mempraktikkan keterampilan komunikasi, negosiasi, dan manajemen konflik.
  1. Pengantar dan Konteks Sistem Ketenagakerjaan Nasional
    • Penjelasan mengenai struktur dan regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.
    • Alasan mengapa perlu atau ada Serikat Pekerja dalam konteks hukum ketenagakerjaan.
  2. Tipe-Tipe Bentuk dan Faktor-Faktor Hubungan Hukum Serikat Pekerja dan Karyawan serta Perusahaan
    • Pengenalan berbagai bentuk Serikat Pekerja dan peranannya dalam hubungan industrial.
    • Faktor-faktor yang memengaruhi hubungan hukum antara Serikat Pekerja, karyawan, dan perusahaan.
  3. Faktor-Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Serikat Pekerja
    • Analisis faktor-faktor eksternal seperti regulasi pemerintah, situasi ekonomi, dan kondisi pasar yang memengaruhi Serikat Pekerja.
  4. Faktor-Faktor yang Dapat Menurunkan Kesempatan Terjadinya Pengorganisasian Serikat Pekerja
    • Identifikasi faktor-faktor internal perusahaan yang dapat menghambat pembentukan atau keberlangsungan Serikat Pekerja.
  5. Proses Penyelesaian Hubungan Industrial: Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Peraturan Perusahaan (PP)
    • Penjelasan mengenai proses negosiasi PKB dan implementasi PP sebagai instrumen hukum yang mengatur hubungan industrial.
  6. 3 Faktor Indikator Kondisi Hubungan Industrial dan Serikat Pekerja yang Harmonis
    • Menentukan indikator kunci yang mengukur keharmonisan hubungan industrial dan kerjasama dengan Serikat Pekerja.
  7. Tantangan Membangun Hubungan Industrial yang Baik
    • Menganalisis tantangan yang sering dihadapi dalam membangun hubungan industrial yang baik dengan Serikat Pekerja.
  8. Mengenal Karakter Orang-Orang yang Terlibat dalam Serikat Pekerja
    • Pemahaman tentang karakteristik dan peran individu-individu yang terlibat dalam Serikat Pekerja.
  9. 4 Cara Komunikasi terhadap Orang-Orang Serikat Pekerja
    • Pelatihan teknik komunikasi yang efektif dalam berinteraksi dengan anggota Serikat Pekerja.
  10. Teknik Negosiasi “Win-Win Solution”
    • Pembelajaran teknik negosiasi yang menghasilkan solusi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
  11. Bagaimana Mengelola Serikat Pekerja Menjadi Mitra Perusahaan yang Baik

Strategi dan praktik terbaik dalam mengelola hubungan dengan Serikat Pekerja agar menjadi mitra yang konstruktif bagi kemajuan perusahaan.

Bagikan outline ini

Informasi Pelaksanaan

Jadwal Selanjutnya
  • 11-12 Oktober 2024

*Harga belum termasuk PPN

Informasi Pelaksanaan

*Harga belum termasuk PPN

In-Class Training

  • 11-12 Oktober 2024

*Harga belum termasuk PPN

Bagikan outline ini

Pelatihan lainnya

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Running

Rp 4.850.000

Scroll to Top