Tata Kelola Perusahaan Asuransi Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 152/PMK.10/2012 Tanggal 4 Oktober 2012

Pendahuluan

Sebagai bagian dari keuangan Arsitektur Indonesia,perkembangan sektor asuransi menunjukkan kemajuan pesat. Banyak perusahaan di bidang asuransi,mulai dari asuransi kerugian asuransi jiwa tumbuh pesat.Pilihan produk telah dikembangkan baik karena kesadaran masyarakat atau perusahaan untuk asuransi penting dan juga karena fleksibilitas regulasi,dalam kasus ini,adalah nost sebagai terikat seperti diindustri perbankan, yang membuat sektor asuransi dinilai lemah dari kegagalan dari manajemen.Tata kelola perusahaan yang baik adalah topic terbaru dalam dunia bisnis, yang diterapkan oleh several countries sejak abad 20-an. Inti utama dari Tata Corpored Baik pada dasarnya adalah komitmen, peran bermain dan praktek pelaksanaan usaha yang sehat dan santun pada rangka memaksimalkan nilai perusahaan.
Untuk mengetahui pelaksanaan GCG bagi perusahaan asuransi dan hambatan pada pelaksanaan,penelitian itu selesai pada beberapa perusahaan asuransi di Kota Semarang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu tujuan dari penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik termasuk beberapa alasan, seperti untuk memaksimalkan nilaiperusahaan,untuk memberikan dasar pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan untuk meningkatkan upaya peningkatan kepercayaan dari stakeholder stockholder sandlain.Manajemen perusahaan yang baik telah menjadi dasar yang benar bagi perusahaan untuk bertindak akun table dan bertanggung jawab.Setelah profesionalis mehasil dari citra perusahaan yang positif atas stakeholder, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Dengan demikian, keberadaan perusahaan jelas memiliki peran penting untuk keberadaan kehidupan masyarakat.Dalam hal ini, ada simbiosis mutualisme antara perusahaan sebagai penyedia layanan dan masyarakat/ pelanggan sebagai pihak yang membutuhkan perlindungan untuk kemudahan aktivitas kehidupan.

POKOK BAHASAN

  1. Konsep Dan Sejarah Dan Tujuan Good Corporate Governance
  2. Konsep dan sejarah CGC
  3. Tujuan GCG
  4. Manfaat GCG
  5. Prinsip-prinsip GCG
  6. Melindungi hak dan kepentingan the stakeholders
  7. Meningkatkan nilai perusahaan dan pemegang saham
  8. Meningkatkan efektifitas kerja dewan pengurus
  9. Upaya sosialisasi
  10. THE ASX PRINCIPLES OF GCG AND BEST PRACTICE RECOMMENDATION
  11. Profil ASX
  12. Prinsip-prinsip ASX
  13. Penerapan prinsip-prinsip GCG
  14. The Indonesian Code For Good Corporate Governance

( Perlindungan hak pemegang saham, dewan komisaris, direksi, system audit, sektaris perusahaan, prinsip kerahasiaan, etika bisnis dan perlindungan terhadap lingkungan)

  1. SUCCSESS STRORY TUMBANGNYA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN RAKSASA
  2. Pergrine Invesment Holdings Ltd.
  3. Baring Futures
  4. Enron Corporation, USA
  5. HIH Insurance Company
  6. Reaksi Dunia Internasional
  7. PERLINDUNGAN HAK THE STAKEHOLDERS
    • The stakeholders
    • Hak pemegang saham
    • Hak kreditur
    • Hak karyawan
    • Hak pelanggan
    • Hak masyarakat sekitar
  8. PERANAN BOARD OF DIRECTORS
    • Sistem organisasi Board of Directors
    • Fungsi Board of Directors
    • Tanggungjawab Chief Executive Offisier
    • Komite audit
  9. KOMITE AUDIT
  10. Peranan komite audit dalam GCG
  11. Tugas dan susunan komite audit GCG
  12. Corporate Governance Council
  13. Piagam komite audit
  14. Ekternal auditor
  15. Internal auditor
  16. EVALUASI KINERJA BOARD OF DIRECTORS
  17. Kendala evaluasi
  18. Atribut board of directors
  19. Tolok ukur financial dan non finansial
  20. Prosedur evaluas kinerja (tahap evaluasi, menentukan target, persetujuan tolok ukur, pengiriman formulir, pembahasan hasil evaluasi)
  21. Evaluasi kinerja chief executive officier ( evaluasi formal, target operasi bisnis, peninjauan kinerja CEO, evaluasi hasil kinerja)
  22. PENGUNGKAPAN INFORMASI SECARA TRASPARAN
  23. Peranan trasparansi dalam GCG
  24. Jenis informasi yang harus trasfaran ( hasil operasi bisnis dan keuangan, sasaran bisnis perusahaan, stuktur kepemilikan, nama dan kualifikasi BoD dan eksekutif, transaksi dengan relasi dekat, faktor resiko yang dapat diperkirakan, penerapan corporate governance)

 

TARGET  PESERTA

Peserta yang mengikuti Lokakarya ini diharapkan adalah:

  • Direktur
  • Corporate Secretary
  • Anggota Komite Audit
  • Manajer dan staf bagian Internal Audit / Compliance (Kepatuhan)
  • Manajer dan staf bagian Manajemen Risiko
  • Manajer dan staf bagian Keuangan dan Akuntansi
  • Akademisi, serta Pemerhati Asuransi dan Keuangan

TRAINER

Nasser Jafar Seif, MM

Beliau pernah menjabat mulai sebagai Auditor Internal sampai Kepala Satuan Pengawasan Intern, Kelapa Divisi Klaim dan Kepala Divisi Penelitian-Pengembangan, & Manajemen Risiko di PT. Jasa Raharja (Persero). Selain itu, beliau pernah menjabat sebagai, Kepala Satuan Pengewasan Intern, Kepala Divisi Keuangan, Kepala Divisi Teknik di PT. Asuransi Jasaraharja Putera. Saat ini, beliau menjabat sebagai Anggota Komite Audit PT  Asurasi Jaya Proteksi  Jakarta. dan trainer profesional yang aktif di BMG Institute

facebooktwittergoogleemail

Registration Form

Topik Training

Judul Training (required)
Tanggal Training (required)
 
Data Kontak

Nama (required)
Jabatan
Perusahaan
Alamat Perusahaan
Alamat Email (required)
Telp. Mobile
Telp. Kantor
No. Extensi
Daftar Peserta  
 
Pesan Untuk Penyelenggara  
 
 

This entry was posted in INSURANCE, PUBLIC TRAINING. Bookmark the permalink. Comments are closed, but you can leave a trackback: Trackback URL.