Penjabaran Strategi Menjadi Aksi Melalui Penerapan Balanced Scorecard

A. LATAR BELAKANG

Semakin kompleksnya kebutuhan customer dan semakin tingginya kompetisi menuntut perusahaan memiliki strategi bisnis yang tepat, organisasi yang fleksibel, efektif dan efisien.  Ditambah lagi lingkungan usaha yang semakin tidak menentu, dengan adanya deregulasi pemerintah yang menghapuskan segala bentuk monopoli dan diberlakukannya perdagangan bebas yang memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan asing untuk ikut bersaing di pasar dalam negeri.  Sehingga tidak sedikit perusahaan melakukan redefinisi portfolio maupun diversifikasi usahanya, agar dapat memiliki daya tahan dan daya saing yang tinggi.

Dalam menghadapi situasi ini, perusahaan dituntut untuk memiliki perencanaan strategis yang tepat.  Penetapan visi, misi, sasaran hingga strategi merupakan hal yang sangat penting.  Begitu pula dengan penjabaran strategi menjadi aktivitas atau program-program kerja hingga pada akhirnya kita harus dapat mengukur apakah seluruh aktivitas yang dilakukan dapat mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan perusahaan.  Proses ini akan dilakukan secara mudah jika kita dapat menggunakan suatu framework yang efektif, yaitu Balanced Scorecard framework. Balanced Scorecard merupakan manifestasi dari rekayasa manajemen dalam mengembangkan perencanaan strategis dengan target kinerja dan sistem evaluasi kinerja perusahaan, untuk mengetahui seberapa baik strategi yang ditetapkan berjalan.

Balanced Scorecard telah terbukti sebagai suatu management tool yang demikian powerful, karena keberhasilannya dalam membuat aktifitas perusahaan menjadi lebih visible, dan memahami aktifitas mana yang sudah berjalan, mana yang gagal, bagaimana progresnya, serta yang terpenting adalah seberapa baik strategi utama perusahaan dapat terlaksana?Balanced Scorecard tidak hanya sekedar sebuah tool untuk rekayasa proses bisnis, tetapi juga merupakan suatu sistem pengukuran manajemen strategis. Faktor apa saja yang membuat kegagalan dalam perusahaan, bagaimana menetapkan prioritas perbaikan atau perubahannya serta apa saja dampaknya dalam jangka panjang? Bagaimana perusahaan merespon kekuatan perubahan internal dan eksternal? Apa saja yang harus dilakukan dalam men-training dan meng-hire karyawan? Semua hal ini merupakan pertanyaan yang sering muncul pada level strategis di perusahaan yang perlu mendapat jawaban dan penyelesaian yang tepat dalam strategic management system perusahaan. Penerapan strategi yang memasukkan semua unsur penting dalam perusahaan adalah Balanced Scorecard (BSC), dimana fokusnya tidak hanya pada perspektif financial (keuangan) saja.Untuk dapat memahami dan menerapkan BSC dalam penyusunan prencanaan strategis seperti RJPP dan RKAP, maka diperlukan pelatihan BSC selama 2 (dua) hari.

 

B. SASARAN

Dengan diikutinya pelatihan BSC ini, diharapkan para peserta pelatihan dapat :

- Memahami konsep BSC

- Mengetahui langkah-langkah implementasi dan Mengintegrasikan konsep BSC

- Merubah pemahaman mengenai strategi dalam lingkungan bisnis

- Merancang pengukuran terhadap penerapan strategi

- Menyebarkan visi strategi secara intensif dan berkelanjutan

 

C. POKOK BAHASAN

Adapun, cakupan materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi :

-  Mengapa dibutuhkan Balanced Scorecard ?

-  Apa itu Balanced Scorecard ?

-  Empat perspektif dalam Balanced Scorecard ?

-  Balanced Scorecard untuk perusahaan

-  Bagaimana menyusun Balanced Scorecard

-  Prinsip-prinsip dalam penerapan Balanced Scorecard

-  Critical Success Factor

-  Penyusunan pengukuran kinerja

-  Pemanfaatan TI dalam penerapan BSC

 

D. APA YANG DIPEROLEH

Balanced Scorecard (BSC) merupakan framework yang menjabarkan strategi bisnis menjadi aktivitas.  Dengan framework ini, strategi bisnis dijabarkan sedikitnya dalam 4 perspektif, yaitu financialcustomerinternal process dan learning & growth.  Hasil yang diperoleh dari penerapan BSC ini adalah :

· Pedoman penyusunan rencana jangka panjang, menengah dan pendek dengan menggunakan pendekatan BSC.

· Peta strategi (strategy map) baik untuk korporat maupun masing-masing unit kerja yang dipimpin oleh seorang General Manager atau Manager.

· Key Performance Indicator (KPI) pada setiap strategi yang ditetapkan dan dapat digunakan dalam sistem pengukuran kinerja.  Dalam hal ini, KPI dapat disusun baik untuk unit kerja     maupun masing-masing pegawai.

 

E. WAKTU PELAKSANAAN

Pelaksanaan pelatihan Penerapan Balanced Scorecard ini terdiri dari 4 sesi, yaitu :

a. Sesi I ( 4 jam) meliputi materi :

· Mengapa dibutuhkan BSC

· Apa itu BSC

· Penyusunan perencanaan strategik

· Empat perspektif BSC

b. Sesi II ( 4 jam) meliputi materi :

· Penyelarasan BSC dengan strategi

· Bagaimana menyusun BSC

· Penyusunan peta strategi

· Workshop penyusunan BSC menggunakan visi, misi, strategi perusahaan

c. Sesi III ( 4 jam) meliputi materi :

· Sistem pengukuran kinerja

· Pemanfaatan TI dalam penerapan BSC

· Workshop penyusunan peta strategi

d. Sesi IV ( 4 jam) meliputi materi :

· Penerapan BSC dalam penyusunan rencana jangka panjang, menengah dan pendek

· Workshop penyusunan BSC dan peta strategi

 

TRAINER :

Ismail Amali Harun

Master dibidang computer selama kurang lebih 25 tahun dibidangnya, beliau saat ini masih aktif sebagai trainer di BMG Institute dan sebagai dosen dibeberpa kampus terkemuka di Jakarta, sudah banyak hasil  software yang telah dikembangkan oleh beliau untuk pihak Pemerintah maupun swasta

facebooktwittergoogleemail

Registration Form

Topik Training

Judul Training (required)
Tanggal Training (required)
 
Data Kontak

Nama (required)
Jabatan
Perusahaan
Alamat Perusahaan
Alamat Email (required)
Telp. Mobile
Telp. Kantor
No. Extensi
Daftar Peserta  
 
Pesan Untuk Penyelenggara  
 
 

This entry was posted in PUBLIC TRAINING, SOFT SKILL. Bookmark the permalink. Comments are closed, but you can leave a trackback: Trackback URL.